kaligrafi

kaligrafi
indah

Rabu, 27 Januari 2016

TAUBAT, Kewajiban dalam Agama!

APAKAH TAUBAT ITU WAJIB ?


Ibadah adalah sebuah kewajiban, sedangkan jalan permulaannya adalah Taubat. 

Dengan demikian, taubat merupakan kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah

yang melakukan dosa besar ataupun kecil. Jalan menuju Allah dapat digambarkan 

dengan taubat yang membebaskan diri dari maksiat berkepanjangan, rasa takut yang 

mengikis niatan buruk, raja' yang mengantarkan ke jalan kebaikan, dan perasaan 

selalu diawasi oleh Allah dalam hati.

   Taubat hukumnya wajib bagi setiap muslimin dan muslimah, semua orang pasti 

pernah berbuat dosa, kecil ataupun besar. Semua orang pasti pernah lali dan lupa. 

Maka tidak sepatutnya manusia meninggalkan taubat.Allah sangat mencintai 

orang-orang yang bertaubat dan mau kembali menyucikan diri. lantas, bagaimana 

kondisi manusia yang melalaikan Rabb mereka? Orang-orang yang bertaubat termasuk 

kategori orang yang fasik, sebagaimana firman Allah swt.

Yang artinya : "Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah lalu 

Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri; mereka itulah orang-orang yang 

fasik." (Al-Hasyr; 19)

Orang yang fasik adalah orang yang sudah berjanji kepada Allah, lantas mereka 

mengabaikan perjanjian tersebut, dia bertahan dengan jiwa yang lupa, dan 

menyimpang dari jalan Allah.

Malik bin Dinar pernah berkata, "Wahai manusia, sesungguhnya Allah Maha Pengasih 

maka bergembiralah dengan kasih sayang-Nya. Sampaikan berita gembira ini kepada 

manusia bahwa Allah mencintai kalian, sebuah cinta yang jika kalian mengetahuinya ... 

ohhh,, bila kalian mengetahui cinta-Nya, niscaya kalian tidak akan bermaksiat 

kepada-Nya.

Apakah kalian juga mencintai Allah? Kalau cinta, ketahuilah bahwa tanda seseorang   

yang cinta kepada Allah ialah dia akan selalu berzikir untuk mengingatnya."


Ya Rabb, meski dosaku menumpuk, tapi kusadar

maafmu begitu luas

Jika yang boleh berharap kepada_Mu hanya orang-orang baik

lalu pada siapa para pendosa

mengharap dan berdoa ?

Tiada jalan bagiku, kecuali berharap

Meminta maaf dan aku berserah diri kepada-Mu.


Rasulullah saw. bersabda, yang artinya :

"Bertaubatlah kalian kepada Allah, sebab sesungguhnya dalam sehari aku bertaubat 

kepada-Nya seratus kali." 1

Anas Ra. berkata bahwa Rasulullah bersabda, yang artinya :

"Sesungguhnya, dalam sehari aku bertaubat kepada Allah sebanyak tujuh puluh kali." 2

Allah begitu senang dan cinta kepada orang-orang yang mau bertaubat kepada-Nya. 

Anas Ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, yang artinya :

"Sungguh, Allah lebih senang dengan taubat seorang hamba saat dia bertaubat 

kepada-Nya daripada kesenangansalah seorang pengembala yang berada di tengah 

padang pasir bersama binatang tunggannya kemudian binatang itu hilang., padahal 

dia membawa bekal makanan dan minumannya. Orang itu pun putus asa. Dia 

kemudian merebahkan badannya di bawah pohon yang rindang setelah putus asa 

dengan binatang tunggannya.  Saat dia rebahan itulah tiba-tiba binatang 

tunggangannya kembali berada di depannya. Dengan cepat dia meraih tali kekangnya, 

dan karena saking gembiranya, dia berteriak, 'Ya Allah, Engkaulah hambaku dan 

aku adalah Rabbmu!'

Karena kegembiraan yang meluap, dia sampai salah berucap."

Allah pernah berfirmah kepada Nabi Daud As.

"Sungguh, Aku tidak menciptakan hamba-Ku untuk mengambil keuntungan dari 

mereka. Tapi, Aku menciptakan mereka agar mereka mengambil keuntungan dari-Ku."

  Dengan demikian, tidak ada alasan  bagi orang yang lupa dan lalai untuk tidak 

kembali kepada Allah. 

"Sesungguhnya, Allah selalu membentangkan tangantangan-Nya pada malam hari 

untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa pada siang hari; dan membentangkan 

tangan-Nya pada siang hari untuk menerima taubat orang yang berdosa pada malam 

hari hingga matahari terbit dari ufuk barat."

Sebagaimana diriwayatkan Imam Bukhari, Imam Ahmad, Imam Tirmidzi dan Thabrani  
"bahwa pintu taubat yang seluas timur dan barat selalu terbuka dan tidak pernah 

ditutup hingga matahari terbit dari barat."

Wahai hamba Allah, merayaplah naik ketingkatan ahli ibadah! Panjatilah 

tangga-tangga iman! Jejakkan kakimu pada tangannya yang pertama, yakni 

Taubat; hingga saat kembali kepada-Nya, tiada satu pin yang kita imani 

kecuali Dia. Kita tidak takut kepada siapapun kecuali kepada-Nya. Tidak 

merasa diawasi oleh siapa pun kecuali oleh-Nya; hingga saat kembali 

kepada-Nya, kita akan memperoleh kekuatan, kemenangan, bantuan, serta 

pertolongan.


KESIMPULAN :

Rasulullah saw. yang sudah dijamin diampuni dosa-dosa yang telah lalu, dosa 

sekarang, dan apabila ada dosa yang akan datang pun sudah diampuni, Tetapi beliau 

masih selalu memohon ampun setiap hari sampai seratus kali. Lalu bagaimana dengan 

kita yang penuh dengan lumpur dosa dan kegelapan, sudahlah pasti kita wajib 

memohon ampun dan berTaubat setiap saat atas semua dosa-dosa kita. Wallahu

A'lam Bishawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar