kaligrafi

kaligrafi
indah

Selasa, 26 Januari 2016

PENGERTIAN TAUBAT

 PENGERTIAN TAUBAT

Taubat adalah kembalinya seseorang dari perilaku dosa ke perilaku yang baik yang 

dianjurkan Allah. Taubat nasuha adalah taubat yang betul-betul dilakukan dengan 

serius atas dosa-dosa besar yang pernah dilakukan di masa lalu. Pelaku taubat nasuha 

betul-betul menyesali dosa yang telah dilakukannya, tidak lagi ada keinginan untuk 

mengulangi apalagi berbuat lagi, serta menggantinya dengan amal perbuatan yang 

baik dalma bentuk ibadah kepada Allah dan amal kebaikan kepada sesama manusia.


   "nah sahabat bagi kita yang sudah merasa banyak melakukan dosa, baik itu dosa besar maupun dosa kecil dan kita baru menyadarinya sekarang, hendaknya kita jangan berputus asa, karna allah swt. selalu menunggu kita untuk kembali padanya sampai sebelum nyawa kita sudah di tenggorokan kita"

  • JANGAN PUTUS ASA ! 


Putus asa dari rahmat allah tidak pernah ada dalam kamus para hamba yang dekat

dengan-Nya. Sebaliknya, itu adalah perkataan orang-orang lemah yang tenggelam

dalam lumpur maksiat, yang lalai dari zikrullah, dan menceburkan diri dalam api

maksiat yang membakar hati di dunia sebelum api itu membakar jasad, ruh, dan

hatinya kelak di akhirat.

Allah swt. berfirman dalam surat Az-Zumar; 53 yang artinya :

"Katakanlah, Hai hamba-hambaku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri,

jangan kalian berputus asa dari rahmat allah; sesungguhnya Allah mengampuni 

dosa-dosa  semuanya; sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengasih Lagi Maha 

Penyayang." (Az-Zumar; 53)

      Allah melarang para hamba berputus asa dari rahmat dan ampunan-Nya karena

pintu taubat selalu terbuka, kapan saja. Pada malam hari, Allah selalu

membentangkan tangannya untuk menerima taubat orang-orang yangberbuat dosa

pada siang hari.

Diriwayatkan dalam sebuah hadits Qudsi, dari Anas bin Malik bahwa dia pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda yang artinya :

"Allah berfirman, Wahai anak Adam, sungguh jika engkau berdoa dan berharak 

kepada-Ku, pasti akan Aku ampuni dosa yang telah engkau perbuat dan Aku tidak 

memedulikannya. Wahai anak adam, seandainya dosamu membumbung setinggi langit 

lalu engkau memohon ampunan kepada-Ku, pasti aku ampuni semuanya. Wahai anak 

adam, jika engkai mendatangi-Ku dengan membawa kesalahan seluas bumi lalu 

menemuiku dan tidak menyekutukan-Ku, pasti aku mendatangimu dengan ampunan 

seluas bumi pula".

   Diantara bukti kasih sayang Allah, Dia membiarkan hambanya melakukan dosa dan

kesalahan sedang  Dia melihat dan mengetahuinya. Allah kemudian memberi

kesempatan hambanya untuk bertaubat, bahkan tetap memberinya limpahan nikmat

 dan rahmat. Padahal, setiap kali matahari terbit dari timur setiap hari, langit selalu

memohon kepada Rabbnya agar diperkenankan menurunkan petir dan api guna

membakar para pelaku dosa dan maksiat. Bumi pun memohon kepada Allah awt. agar

diperkenankan menimpakan gempa karena tiada sanggup menahan beban para

pendosa. Laut pun demikian, ia meminta kepada Allah agar diperkenankan

menenggelamkan para pelaku dosa. Tetapi, Allah menjawab, :

"Biarkan Aku sendiri yang mengurus hamba-hamba-Ku. Andai kalian yang

menciptakan mereka, pastilah kalian akan menyayangi mereka".

Betapa agung dan sayangnya Allah, Sang Pencipta. meski dia mengetahui jika

didurhakai dan membiarkan bila dia tidak ditaati, rahnat-Nya selalu diberikan tanpa

batas. Segala sumber kekayaan berada di tangan-Nya. Maha suci Allah yang tiada

seekutu bagi-Nya.


KESIMPULAN :


Seberapa besarpun kesalahan yg pernah kita lakukan Allah swt. akan selalu

mengampuni-Nya tergantung seberapa besar keinginan kita untuk bertaubat.

Tidak ada yang menyebabkan putus asa dari rahmat Allah selain larut dalam

perbuatan dosa dan noktah hitam maksiat yang menutupi hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar