PENGERTIAN TAUBAT
Taubat adalah kembalinya seseorang dari perilaku dosa ke perilaku yang
baik yang
dianjurkan Allah. Taubat nasuha adalah taubat yang betul-betul
dilakukan dengan
serius atas dosa-dosa besar yang pernah dilakukan di
masa lalu. Pelaku taubat nasuha
betul-betul menyesali dosa yang telah
dilakukannya, tidak lagi ada keinginan untuk
mengulangi apalagi berbuat
lagi, serta menggantinya dengan amal perbuatan yang
baik dalma bentuk
ibadah kepada Allah dan amal kebaikan kepada sesama manusia.
"nah sahabat bagi kita yang sudah merasa banyak melakukan dosa, baik itu dosa besar maupun dosa kecil dan kita baru menyadarinya sekarang, hendaknya kita jangan berputus asa, karna allah swt. selalu menunggu kita untuk kembali padanya sampai sebelum nyawa kita sudah di tenggorokan kita"
- JANGAN PUTUS ASA !
Putus asa dari rahmat allah tidak pernah ada dalam kamus para hamba yang dekat
dengan-Nya. Sebaliknya, itu adalah perkataan orang-orang lemah yang tenggelam
dalam lumpur maksiat, yang lalai dari zikrullah, dan menceburkan diri dalam api
maksiat yang membakar hati di dunia sebelum api itu membakar jasad, ruh, dan
hatinya kelak di akhirat.
Allah swt. berfirman dalam surat Az-Zumar; 53 yang artinya :
"Katakanlah, Hai hamba-hambaku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri,
jangan kalian berputus asa dari rahmat allah; sesungguhnya Allah mengampuni
dosa-dosa semuanya; sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengasih Lagi Maha
Penyayang." (Az-Zumar; 53)
Allah melarang para hamba berputus asa dari rahmat dan ampunan-Nya karena
pintu taubat selalu terbuka, kapan saja. Pada malam hari, Allah selalu
membentangkan tangannya untuk menerima taubat orang-orang yangberbuat dosa
pada siang hari.
Diriwayatkan dalam sebuah hadits Qudsi, dari Anas bin Malik bahwa dia pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda yang artinya :
"Allah berfirman, Wahai anak Adam, sungguh jika engkau berdoa dan berharak
kepada-Ku, pasti akan Aku ampuni dosa yang telah engkau perbuat dan Aku tidak
memedulikannya. Wahai anak adam, seandainya dosamu membumbung setinggi langit
lalu engkau memohon ampunan kepada-Ku, pasti aku ampuni semuanya. Wahai anak
adam, jika engkai mendatangi-Ku dengan membawa kesalahan seluas bumi lalu
menemuiku dan tidak menyekutukan-Ku, pasti aku mendatangimu dengan ampunan
seluas bumi pula".
Diantara bukti kasih sayang Allah, Dia membiarkan hambanya melakukan dosa dan
kesalahan sedang Dia melihat dan mengetahuinya. Allah kemudian memberi
kesempatan hambanya untuk bertaubat, bahkan tetap memberinya limpahan nikmat
dan rahmat. Padahal, setiap kali matahari terbit dari timur setiap hari, langit selalu
memohon kepada Rabbnya agar diperkenankan menurunkan petir dan api guna
membakar para pelaku dosa dan maksiat. Bumi pun memohon kepada Allah awt. agar
diperkenankan menimpakan gempa karena tiada sanggup menahan beban para
pendosa. Laut pun demikian, ia meminta kepada Allah agar diperkenankan
menenggelamkan para pelaku dosa. Tetapi, Allah menjawab, :
"Biarkan Aku sendiri yang mengurus hamba-hamba-Ku. Andai kalian yang
menciptakan mereka, pastilah kalian akan menyayangi mereka".
Betapa agung dan sayangnya Allah, Sang Pencipta. meski dia mengetahui jika
didurhakai dan membiarkan bila dia tidak ditaati, rahnat-Nya selalu diberikan tanpa
batas. Segala sumber kekayaan berada di tangan-Nya. Maha suci Allah yang tiada
seekutu bagi-Nya.
KESIMPULAN :
Seberapa besarpun kesalahan yg pernah kita lakukan Allah swt. akan selalu
mengampuni-Nya tergantung seberapa besar keinginan kita untuk bertaubat.
Tidak ada yang menyebabkan putus asa dari rahmat Allah selain larut dalam
perbuatan dosa dan noktah hitam maksiat yang menutupi hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar