kaligrafi

kaligrafi
indah

Rabu, 27 Januari 2016

Kisah Lelaki yang Bertaubat dan Sepotong Roti

Lelaki yang Bertaubat dan Sepotong Roti



Hafizh Abu Nu'aim meriwayatkan, sebagaimana dituturkan oleh Ibnu Rajab 

Al-Hambali dan Ibnu Qudamah Al-Maqdisi dari Abu Burdah. Ketika Abu Musa 

Al-Asy'ari mendekati ajalnya, dia berkata,"wahai anakku, ingatlah cerita seorang lelaki 

dengan sepotong rotinya. Dahulu, ada seorang hamba yang selalu beribadah di 

mushalahnya selama 70 tahuntanpa kenal lelah. Suatu hari, setan menyamar sebagai 

perempuan cantik dan menggodanya. Hamba itu pun tergoda dan melakukan 

perbuatan keji bersamanya selama 7 hari 7malam. Setelah menyadari kesalahannya, 

lelaki tersebut ingin bertaubat. Dia kemudian keluar dengan niat bertaubat, setiap 

selangkah kakinya, dia shalat dan sujud. Begitu seterusnya.


Hingga suatu malam, dia sampai pada sebuah bangunan kumuh yang didalamnya 

terdapat 12 orang miskin. Kondisi lelaki itu sangat lemah. Dia pun masuk kemudian 

dudukdi antara kerumunan orang miskin.


Sudah menjadi kebiasaan sebelumnya, setiap malam seorang pendeta datang dan 

membagi-bagi kan roti kepada ke12  orang miskin yang ada ditempat itu. Masing-

masing orang mendapatkan sepotong roti. pada malam itu, seorang pendeta melewati 

lelaki yang baru datang dan mengiranya seperti seorang miskin lainnya lalu 

memberikan sepotong roti. ketika habis 12 roti terbagi, salah seorang miskin berkata, 

'Kenapa malam ini engkau tidak memberiku?' Pendeta itu pun gusar karena mengira 

sudah memberikan semuanya. Pendeta berkata, 'Apakah di antara kalian ada yang 

mendapat jatah dua roti?'


Semua menjawab, 'Tidak!'


'Demi tuhan, aku tidak akan memberimu tambahan malm ini!' Lelaki yang bertaubat 

dan  sudah mendapatkan roti mendatangi si miskin yang tidak kebagihan jatah lalu 

memberikan rotinya kepadanya.


Pagi harinya, ditemukan lelaki yang bertaubat tersebut meninggal." 


Abu Musa melanjutkan, "Amal ibadah lelaki tersebut selama 70 tahunditimbang 

dengan dosanya selama 7 hari. Ternyata, dosa 7 hari lebih berat ketimbang 70 tahun 

ibadahnya. Pemberian rotinya kepada orang miskin pun kemudian ditimbang dengan 

dosanya selam 7 hari. Ternyata, sedekah rotinya lebih berat pahalanya ketimbang 

dosanya selama 7 hari."


    Abu Musa melanjutkan, "Wahai anakku, ingatlah selalu kisah lelaki dan roti tersebut!" 


  KESIMPULAN :

Sangat jelas rahmat Allah swt. tergambar dalam cerita di atas. Oleh karenanya jangan 

lah kita berputus asa dengan dosa yg telah bertumpuk yg telah pernah kita lakukan, 

krena hanya dengan Niat Bertaubat yang sungguh-sungguh Allah swt. akan 

mengampuni kita. Pun demikian kita hendaknya takut untuk berbuat dosa kepada 

Allah swt. karna sungguh siksanya begitu Pedih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar